My Blog List

Wednesday, June 24, 2009

5 Garments To Wear With A White Shirt

5 Garments To Wear With A White Shirt

Shared via AddThis

DOSA YANG LEBIH BESAR DARI BERZINA

Pada suatu senja yang lengang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-hayang. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahawa ia berada dalam dukacita yang mencekam.

Tudung kepalanya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang telah meroyak hidupnya.

Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu perlahan-lahan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus menunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" Tanya Nabi Musa a.s. terkejut. "Saya takut mengatakannya." Jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" Desak Nabi Musa.

Maka perempuan itupun secara ketakutan bercerita, "Saya... telah berzina". Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun...lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya... cekik lehernya sampai... mati," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Mata Nabi Musa pun berapi-api. Dengan muka berang ia mengherdik, "Perempuan celaka, pergi kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku kerana perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan muka kerana jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia menangis terangguk-angguk dan keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus ke mana lagi hendak mengadu. Bahkan dia tak tahu ke manakah kakinya untuk melangkah. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.

Sepeninggalannya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita penzina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang hina itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa yang kian keliru. "Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar daripada seribu kali berzina".

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusyuk untuk memohonkan keampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahawa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Bererti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedangkan orang yang bertaubat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh bererti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahawa Allah itu ada, di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mahu menerima kedatangannya.

Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan solat lebih besar dosanya dibandingkan dengan orang yang membakar 70 buah Al-Quran, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Kaabah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahawa orang yang meninggalkan solat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah lapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akhirat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.

Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita penzina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pengajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban solat dengan istiqomah (berterusan).


DNA bill passed, Anwar cries foul

The Deoxyribonucleic Acid (DNA) Identification Bill was passed at the lower House and will be sent to senate for approval.

The controversial legislation was passed today after two days of intense debate, mostly by opposition parliamentarians who did their best to delay bill’s passage as they claim it would be a disaster for legal and human rights.

The bill specifically gives the police and authorities the power to obtain DNA samples from any suspects who have direct links to a crime.

The committee level debate saw amendments being made to nine sections of the bill, which includes the appointment of the head of the DNA Databank, the deputy head and other officers.

Deputy Home Minister Abu Seman Yusop told the House that the post of the head of Databank will no longer be helmed by a police official but by a public officer, who is sufficiently qualified and has the requisite experience in DNA science.

Prior to the amendments, the home minister had to appoint a police officer not below the rank of a Deputy Commissioner to head the databank.

Before the amendments were made, a police officer was allowed to use all means necessary for the purpose of taking or assisting the taking of a non-intimate DNA samples from a person.

Now, the amendments give the person the prerogative to refuse giving a non-intimate sample to the magistrate.

In the committee stage of the rounding up speech, Abu Seman also proposed to remove two sections of the bill.

They are Section 14, which holds a person liable to a fine not exceeding RM10,000 or a prison term not exceeding one year or both and Section 24, which states any information from the DNA Databank would be construed as conclusive proof in any court proceedings.

Anwar: This is a malicious campaign

Although the bill passed does not affect obtaining intimate samples such as blood and semen, the Magistrate’s Court can issues an order to obtain non-intimate samples like saliva.

The bill, which is divided into six parts and contains 27 Sections, was tabled in August last year for a second reading.

The objective of the legislation is to enable the establishment of a Malaysian Forensics DNA Data Bank which is expected to store and analyse samples.

Speaking to reporters at the Parliament lobby, Opposition Leader Anwar Ibrahim expressed disappointment with the passing of the bill.

“Pakatan Rakyat is convinced that the way they are rushing through and refusing to acknowledge some very (important) criticisms is clearly meant to be used during the my trial,” said Anwar.

The Permatang Pauh MP suspects the bill is an attempt to trap him in his ongoing sodomy case which is set for trial in July.

“As far as I am concerned it is not an issue… we have to fight them with or without the bill. It is a malicious campaign, nothing more,” he added.

Subang PKR MP R Sivarasa added that to be fair to the government, some proposals made by the opposition was taken into account.

Sivarasa also said that the bill will definitely have an impact on the Anwar sodomy trial as the prosecution would be able to use samples that have been collected way back, when Anwar was held under the Internal Security Act in 1998.

“They can use it to legitimise the illegitimate samples,” said Sivarasa.