My Blog List

Tuesday, July 21, 2009

12 BARISAN DI AKHIRAT

Suatu ketika, Muaz bin Jabal ra mengadap Rasulullah SAW dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong huraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: "Pada sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris" Surah an-Naba':18. Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muaz, engkau telah bertanyakan kepada aku, perkara yang amat besar, bahawa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri...." Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut :-

BARISAN PERTAMA - Diiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati jirannya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

BARISAN KEDUA - Diiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

BARISAN KETIGA - Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking.

"Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

BARISAN KEEMPAT - Diiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka.

"Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jualbeli, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka..."

BARISAN KELIMA - Diiring dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

BARISAN KEENAM - Diiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan.

"Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

BARISAN KETUJUH - Diiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

BARISAN KELAPAN - Diiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

BARISAN KESEMBILAN - Diiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

BARISAN KESEPULUH - Diiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang derhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

BARISAN KESEBELAS - Diiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

BARISAN KEDUA BELAS - Mereka diiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan:

"Mereka adalah orang yang beramal salih dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan derhaka, mereka memelihara solat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih..."

Jika engkau mahukan kemesraan dengan Allah, maka garanglah terhadap dirimu sendiri. Jika engkau merasakan manisnya berhubung dengan Allah, tahulah engkau betapa peritnya berpisah denganNya.

 

Takut Giler

Keindahan saree










Thursday, July 9, 2009

I just can't stop loving you.......

Malaikat di rumahmu

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan : "Para malaikat disini mengatakan bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah"?

Dan Tuhan menjawab, "Saya telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."

"Tapi disini, di dalam syurga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."

"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."

"Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?"

"Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara kamu berbicara."

"Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?"

"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."

"Saya mendengar bahwa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?"

"Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin dapat mengancam jiwanya."

"Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi."

"Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."

Saat itu Syurga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya perlahan, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut ?

"Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu."

Ingatlah selalu kasih sayang ibu, berdoalah untuknya dan cintailah dia sepanjang masa.

Monday, July 6, 2009

MABUK DALAM CINTA TERHADAP ALLAH

Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahawa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, "Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya."

Berkata Nabi Isa a.s, "Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu."

Berkata pemuda itu lagi, "Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah."

Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, "Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu." Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ.

Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahawa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung.

Setelah Nabi Isa a.s mendengar penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu." Selesai sahaja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit.

Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, "Aku ini Isa a.s."Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, "Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya."

Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.

1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia.

2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia ingin mendapat sanjungan dari manusia.

3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.

 

Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima dan lupa kepada yang lima :

1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.

2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.

3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada Al-Khaliq.

4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.

5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur."

 

Misteri Wahhabi Di Malaysia

Petikan dr Minda Tajdid

Perkataan ‘wahhabi’ dalam penulisan Barat mempunyai berbagai huraian. Kesemuanya menjurus kepada aliran Islam yang dilihat begitu berpegang kepada nas-nas al-Quran dan al-Sunnah secara literal dan enggan melihat tafsiran yang lebih moden atau tafsiran yang agak ‘western influence’. Clinton Bennet memasukkan ‘wahhabis’ dan deobandis dibawah kelompok ‘traditionalists’ yang bererti sekaligus berada di bawah aliran ‘fundamentalist’ (lihat: Muslim and Modernity 18-20, London: Continuum).

Sebahagian penulisan Barat melihat wahhabi sebagai aliran yang menganggap ‘hanya Islam agama yang benar’, wajib menegakkan ‘Islamic State’, adanya ‘jihad’ menentang kuffar dan lain-lain ciri-ciri yang dianggap unsur ‘padang pasir’ sekaligus cuba dikaitkan dengan terrorism.

Di Malaysia pula, perkataan ‘wahhabi’ adalah perkataan misteri. Apa tidaknya, ramai yang menyebutnya atau menfitnah orang lain dengan menggunakan perkataan itu, padahal mereka pun tidak faham. Bagi mereka, itu adalah senjata untuk mempertahankan diri ketika dikritik. Saya masih ingat, di satu tempat di sebelah Utara, apabila ada imam yang mengenakan bayaran untuk solat dan zikirnya, lalu dia dikritik atas sikap salahguna agama untuk kepentingan diri, dengan mudah dia menjawab: “siapa tak setuju dengan saya dia wahhabi”. Pemberi nasihat yang barangkali tidak terdedah kepada banyak maklumat dan kali pertama mendengar perkataan itu, terpinga-pinga bertanya: “apa itu wahhabi?”. Jawab tok imam: “Siapa yang mengkritik ustaz dia wahhabi”. Maka tidaklah berani lagi ‘penasihat’ itu berbeza pandangan dengan ‘tok imam’ dan mempertikaikan ‘infallibility’ ustaz, takut jadi wahhabi.

selanjutnya klik sini Minda Tajdid

Friday, July 3, 2009

Kisah Tan Sri


                                                       

Dalam sebuah majlis, seorang usahawan berbangsa Cina yang juga bergelar Tan Sri sedang ditemuramah oleh seorang wartawan. Duduk berdekatannya adalah 2 orang jurutera, anak beranak berketurunan India yang bekerja dengan syarikat Tan Sri tersebut. Berikut adalah perbualan mereka,


Tan Sri:Kerajaan perlu bertindak adil dalam pengagihan kek ekonomi negara. Tidak boleh ada diskriminasi terhadap kaum bukan Melayu. Kontrak antara orang Melayu dan bukan Melayu mesti diberikan sama rata demi keadilan. Lagipun bangsa kami banyak menyumbang kepada kemajuan negara walaupun kami digelar sebagai kaum pendatang. Setelah bersusah payah semenjak sebelum merdeka, maka wajarkah kami dinafikan hak sebagai warganegara. Orang Melayu perlu lebih berkompromi dengan kaum lain untuk maju. Liberalisasi perlu dilaksanakan dengan meluas dalam semua sektor demi mencapai kesamarataan antara kaum.

Wartawan:Tan Sri, boleh saya tahu sudah berapa lama 2 orang jurutera ini bekerja dengan Tan Sri?

Tan Sri:Oh...sudah lama. Praba ni dah bekerja dengan saya hampir 30 tahun sejak syarikat ni ditubuhkan lagi. Malah anaknya pun sekarang bekerja dengan saya lebih 10 tahun. Mereka ini adalah pekerja saya yang paling berdedikasi dan banyak menyumbang kepada kemajuan syarikat.

Wartawan:Kalau begitu, apa kata Tan Sri berikan sebahagian saham syarikat ni kepada mereka berdua. Lagipun mereka sudah lama bekerja dengan Tan Sri, malah banyak menyumbang kepada syarikat sepertimana kata Tan Sri tadi.

Tan Sri:Eh..mana boleh! Ini syarikat saya. Lagipun saya dah bayar gaji yang mahal kepada mereka berdua dan saya tak pernah halang pun jika mereka nak kumpul harta. Mana boleh senang-senang saya nak bagi saham syarikat saya pada mereka.

Wartawan:Macam tu jugalah perasaan Melayu. Tanah ini asalnya milik orang Melayu. Milik raja-raja Melayu. Lepas tu orang bukan Melayu macam Tan Sri pulak nak mintak hak sama rata dengan alasan kerana telah banyak menyumbang. Tan Sri rasa wajar atau tidak permintaan tu?

Tan Sri:............ ......... ......... ......... ........

Kisah di atas merupakan sedutan daripada kisah benar yang berlaku dalam sebuah majlis perasmian kilang di Gemas, Negeri Sembilan. Pendapat anda?

What better way to commemorate the 30th anniversary of Sony's iconic Walkman than to ask a teenager for some feedback on the device?

The BBC couldn't think of one, and neither can I. 

I like to imagine that the experience was similar to an archaeologist rediscovering how a recently excavated artifact was employed thousands of years ago. But I'm well aware that it must have been different for 13-year-old Scott Campbell, who co-edits his own news Web site. For one, teenage impatience must have stood in the place where I fantasize scientific curiosity should have been. 

"My dad had told me it was the iPod of its day," Campbell wrote. "He had told me it was big, but I hadn't realized he meant that big. It was the size of a small book."

Sure enough, people on the street noticed the antique clinging from his belt with amusement and friends on his school bus were quick to come up with some witty remark. 

Campbell went on to criticize the portable cassette player's size, appearance, functionality and the "hissy backtrack and odd warbly noises."

Even when he discovered the cassette had more music on the other side (it took him three days), Campbell was still disappointed it could only hold a small fraction of what an iPod can. 

"Did my dad ... really ever think this was a credible piece of technology?"

Ouch.

A daily dose of postings from The Chronicle's technology blog (sfgate.com/blogs/tech)

Hehehehehe...aku tak pakai sony walkman nih...aku pakai yg rembat dari kilang nyer...murah jer...doploh hinggit satu.......Kenangan beb....

KISAH LUQMAN AL-HAKIM DENGAN TELATAH MANUSIA

Dalam sebuah riwayat menceritakan, pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar (kaldai), manakala anaknya mengikut dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, setengah orang pun berkata, “Lihat itu orang tua yang tidak bertimbang rasa, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki." Setelah mendengarkan desas-desus dari orang ramai maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu diletakkan anaknya di atas himar itu. Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, "Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya sedap menaiki himar itu, sungguh kurang adab anak itu."

Sebaik sahaja mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang himar itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang ramai pula berkata lagi, "Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, adalah sungguh menyiksakan himar itu."

Oleh kerana tidak suka mendengar percakapan orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, "Dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikenderai."

Dalam perjalanan mereka kedua beranak itu pulang ke rumah, Luqman Hakim menasihati anaknya tentang sikap manusia dan telatah mereka dengan katanya, "Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah S.W.T sahaja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap satu."

Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, "Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, iaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (keperibadiannya), dan lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya."